UGM Sukses Membangun Desa Energi Berdikari

Program ini dirancang untuk membantu mengentaskan kemiskinan sekaligus

 JurnalGuru.Id – Desa Donoharjo di Kapanewon di Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Program Desa Energi Berdikari (DEB). Program ini dikembangkan oleh Sobat Bumi Jogja, Universitas Gadjah Mada, dan Pertamina.

Laman Sumber: UGM.AC.ID melaporkan, program DEB Sobat Bumi UGM bertema Pemberdayaan Masyarakat Desa Donoharjo, Yogyakarta, sebagai Perwujudan Desa Energi Berdikari (DEB) Mandiri dan Berkelanjutan dengan Fokus Sektor Energi, Ekonomi, dan Edukasi.

Dengan menggunakan pendekatan ekonomi, energi, dan edukasi, program ini ditujukan untuk mendukung Desa Donoharjo menjadi desa mandiri dalam rangka menurunkan taraf kemiskinan masyarakat.

Jangan Lewatkan
1 of 573

Program ini mengadopsi energi terbarukan di tingkat desa secara berkelanjutan serta mengimplementasikan target komitmen global dalam pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs), terutama di poin ke-7 tentang energi bersih dan terjangkau dan poin ke-13 tentang penanganan perubahan iklim.

Guna mewujudkan kegiatan tersebut, Tim DEB UGM telah melaksanakan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Fixed Dome Biogas selama bulan Desember 2023 hingga Januari 2024.

Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dilakukan di Omah Joglo Tanjung, Padukuhan Banteran yang mana tempat ini digunakan sebagai tempat berkumpul bersama warga secara berkala untuk kegiatan kesenian masyarakat dan desa wisata.

Omah Joglo Tanjung sendiri sudah berdiri lebih dari 200 tahun dan sudah menjadi cagar budaya wisata. Dari penginstalan PLTS ini, energi listrik untuk lampu dan pompa air sumur di Omah Joglo dapat digantikan dengan sumber energi solar panel PLTS.

Baca Juga  Ini Jadwal Jalur Mandiri UI, UGM, ITB, Unair, dan Unpad 2023, Bisa Jadi Peluang Lolos

Selain itu, keberhasilan instalasi ini dapat membantu pengurangan emisi CO2 sebesar 1.550 kg CO2/tahun dan melakukan penghematan biaya listrik sebesar Rp1.828.575/tahun.

Shoim Mardiyah selaku mentor Desa Energi Berdikari (DEB) UGM menyatakan pembangunan fixed dome biogas juga menjadi fokus utama dalam menghasilkan sumber energi baru terbarukan oleh Tim DEB UGM di Desa Donoharjo.

Pembangunan Fixed Dome Biogas dipilih karena banyaknya jumlah kelompok ternak yang dimiliki sehingga sangat berpotensi untuk dilakukan pengolahan kembali yang lebih bermanfaat untuk kotoran ternak yang ada.

Pembangunan fixed dome ini didesain dapat menampung volume kotoran sebanyak 10 m3 dengan kebutuhan kotoran sapi diprakirakan sekitar 60 – 80 kg/hari atau setara 4 – 6 ekor sapi dewasa.

Dengan kebutuhan tersebut, fixed dome yang dibangun dapat menghasilkan sekitar 3 kg LPG equivalent per hari.

“Selain itu, fixed dome ini mampu mengurangi kotoran ternak hingga 27 ton per tahun dengan jumlah CO2 dapat dikurangi dalam satu tahun sebesar 140 kg CO2/tahun,” katanya.

Tidak cukup hanya dengan kegiatan penginstalan dan pembangunan namun diperlukan keberlanjutan. Keberlanjutan yang dilakukan Tim DEB UGM berupa sosialisasi dengan masyarakat secara luas di Desa Donoharjo, khususnya di Padukuhan Banteran.

Tim DEB UGM telah melaksanakan Sosialisasi Program DEB UGM pada hari Senin (29/1/2024) dengan tujuan untuk memberikan informasi dasar terhadap warga Desa Donoharjo mengenai manfaat, cara kerja, hingga cara perawatan kedua instalasi energi baru terbarukan.

Juga berbagi informasi, utamanya terjalinnya bentuk komunikasi dua arah, antara perwakilan tim DEB UGM sebagai presenter dan warga Desa Donoharjo sebagai audiens.

Tidak berhenti pada kegiatan yang sudah-sudah saja, pada Sabtu (3/2) lalu, Tim DEB UGM telah berhasil menyelenggarakan acara Bancakan Donoharjo sebagai bentuk Peresmian Desa Energi Berdikari Universitas Gadjah Mada.

Baca Juga  Yuk Daftar, UGM Beri Beasiswa bagi Mahasiswa D4/S1, Ini Syaratnya

Bertema Langkah Kecil Energi Menuju Donoharjo Berdikari, peresmian Desa Energi Berdikari UGM berlangsung di Omah Joglo Tanjung, Desa Donoharjo. Acara inipun dihadiri pihak-pihak yang selama peduli diantaranya Pertamina Foundation, Universitas Gadjah Mada, perangkat Desa Donoharjo, dan segenap warga Donoharjo.

Acara Bancaan Donoharjo dibuka dengan Senam Bersama Warga yang diikuti 80 orang lebih. Pertunjukan Gamelan Donoharjo dan dilanjutkan dengan pembukaan acara secara resmi.
Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan pertunjukan budaya berupa Tari Pekbung dari Kelompok Seni Padukuhan Banteran.

Kegiatan dilanjutkan dengan Talkshow Desa Energi Berdikari dengan tema Transisi Energi Berbasis Komunitas yang disampaikan oleh Derajad Sulistyo Widhyharto, dan dipandu oleh Felix Arion selaku Ketua Tim DEB UGM sekaligus moderator talkshow.

Sebagai rangkaian kegiatan Tim DEB UGM mengajak Pertamina Foundation, Direktorat Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada, Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Universitas Gadjah Mada, BEM KM Universitas Gadjah Mada, dan Society of Renewable Energy (SRE) Universitas Gadjah Mada.

Mereka melihat secara langsung kegiatan Jelajah PLTS dan Fixed Dome Biogas yang telah dibangun. Mereka mendapat penjelasan secara langsung terkait dua bentuk sumber energi baru terbarukan yang telah terpasang beserta mekanisme kerjanya.

Ditunjuknya Desa Donoharjo sebagai lokasi pelaksanaan Program Desa Energi Berdikari (DEB) karena dalam proses pembangunannya menghadapi sejumlah hambatan, utamanya berupa isu kemiskinan.

Hal ini dibuktikan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menunjukkan bahwa sekitar 7.4 persen penduduk atau sekitar 967 jiwa hidup dalam kondisi miskin dan 25,2 persen atau sekitar 3.271 jiwa tergolong rentan miskin.

Potret kemiskinan lainnya ditunjukkan oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pertanian, peternakan, maupun perkebunan yang belum diberdayakan secara optimal akibat rendahnya dukungan yang diberikan.

Baca Juga  Mahasiswa UGM kembangkan terapi luka kronis hiperglikemia

Ditinjau dari segi infrastruktur, masih terdapat kantor-kantor pemerintahan yang belum memadai, jalanan desa yang rusak, dan pengelolaan limbah rumah tangga yang tergolong buruk.
Meski begitu, tidak dipungkiri bila Desa Donoharjo di Kapanewon Ngaglik Sleman juga memiliki berbagai potensi yang dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat.

Potensi ini dapat terlihat dengan adanya 16 kelompok tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan 1.412 orang bekerja di bidang pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Dari aspek aset, Desa Donoharjo memiliki Tanah Kas Desa, Embung Jetis Suruh, dan Desa Wisata.

Tidak hanya itu, dilihat dari aspek sosial budaya pun Desa Donoharjo memiliki banyak kegiatan kebudayaan khas seperti Jatilan, Calung, pembuatan batik, dan Nyadran.
Hal-hal tersebut mungkin yang menjadi pertimbangan Desa Donoharjo ditunjuk Sobat Bumi Jogja, Universitas Gadjah Mada dan Pertamina Indonesia sebagai lokasi penyelenggaraan Program Desa Energi Berdikari (DEB).

Sumber: UGM.AC.ID

Comments
Loading...