Syarat Menjadi Guru ASN PPPK Sangat Berat, Rekrutmen Jalur PPG Menjadi Peluang

Pemenuhan guru dilakukan lewat seleksi ASN PPPK dan rekrutmen PPG

JurnalGuru.Id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) gencar menjalankan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek, Nunu Suryani, menyampaikan PPG merupakan profesi mulia dan terus dikembangkan agar bisa diminati kaum muda.

Ia pun menyampaikan visi pemerintah menjadikan profesi guru yang bermartabat, mulia, dan membanggakan.

Jangan Lewatkan
1 of 631

Untuk mewujudkan visi tersebut, Ditjen GTK berkomitmen meningkatkan kesejahteraan dan status guru secara pasti.

“Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pemenuhan guru lewat seleksi ASN PPPK dan rekrutmen PPG,” kata Dirjen Nunuk.

Nunuk memimpin langsung pengarahan dan pembekalan PPG melalui kegiatan “Kupas Tuntas Program PPG Prajabatan” di Medan, Rabu (21/2/2024). Acara pembekalan berlangsung di Universitas Negeri Medan (UNIMED).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor UNIMED, Baharuddin, Kepala BBGP Sumatera Utara, Joko Ahmad Julifan, dan Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Profesi Guru, Adhika Ganendra.

Secara umum, Nunuk memberikan penjelasan terkait arah kebijakan profesi guru kepada para mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Acara ini sekaligus mengupas tantangan dan kesempatan untuk mengabdi menjadi guru profesional.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Ditjen GTK berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan dan status guru secara pasti.

“Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui pemenuhan guru lewat seleksi ASN PPPK dan rekrutmen Pendidikan Profesi Guru,” ujarnya.

Proses rekrutmen guru baru saat ini hanya melalui PPG, sehingga semua calon guru baru harus mendaftar melalui jalur PPG Prajabatan. Setiap tahunnya, terdapat banyak guru yang pensiun, sehingga kebutuhan guru akan terus bertambah dan formasi guru akan terus tersedia.

Baca Juga  Generasi Muda Terus Didorong dan Didukung untuk Menjadi Guru

Tidak hanya di Indonesia, kekurangan dalam profesi guru juga terjadi di negara lain seperti Australia, di mana generasi muda belum sepenuhnya mengidolakan profesi guru.

“Tentu hal ini menjadi fokus Ditjen GTK untuk mengubah pandangan ini dan menjadikan profesi guru sebagai profesi yang membanggakan dan mulia,” jelas Nunuk Suryani.

Sebelum menutup, Dirjen GTK berharap agar para mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dapat menjadi individu yang berkarakter, menguasai kompetensi esensial, dan memiliki enam dimensi, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; berkebinekaan global; mandiri; bergotong royong; bernalar kritis; dan kreatif.

Sumber: Kemendikbudristek

Comments
Loading...