Polisi Menahan Oknum Kepala Sekolah SD yang Melecehkan Guru

Oknum kepsek mengatakan itu hanya guyonan agar situasi sekolah tidak kaku dan tegang

JurnalGuru.Id – Setelah satu minggu ditetapkan sebagai tersangka, Kepala Sekolah SDN Madulang 2, Omben, Sampang, berinisial MF (57) akhirnya ditahan oleh pihak kepolisian.

Penahanan tersangka pelecehan terhadap guru ini dilakukan setelah MF menghadiri pemanggilan sebagai tersangka.

Detik.Com melaporkan bahwa Kasi humas Polres Sampang Ipda Dedy Dely Rasidie membenarkan adanya penahanan terhadap tersangka kepsek ini. . MF datang ke Polres Sampang sendirian dengan masih menggunakan seragam guru.

Jangan Lewatkan
1 of 598

“Kemarin Rabu (7/2) tersangka dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka,” ujar Dedy kepada detikJatim, Kamis (8/2/2024) .

Dedy mengatakan MF cukup kooperatif dan hadir memenuhi pemanggilan penyidik. Namun polisi berkeyakinan menahan tersangka karena kasusnya sudah memenuhi unsur dua alat bukti yang cukup.

“Tersangka cukup kooperatif dan hadir. Namun tersangka tidak mau mengakui perbuatannya sekalipun sudah memenuhi unsur alat buktinya. Kami akhirnya melakukan penahanan,” kata Dedy

Akibat perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 289 KUHP subsider Pasal 294 ayat 2 ke 1 e KUHP subsider Pasal 6 hufur a dan c subsider Pasal 5 UU RI 12 Tahun 2022 .

“Tersangka dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana kekerasan seksual dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tandas Dedy.

 

Pelecehan Seksual

Kasus yang menimpa MF muncul berkat laporan guru dan wali murid atas dugaan pelecehan seksual secara verbal dan non-verbal yang dilakukan MF.

Salah satu pelapor menjelaskan, pelecehan yang dilakukan MF dengan menyentuh beberapa wilayah sensitif tubuh HL dan ucapan-ucapan yang dianggap tidak pantas.

Baca Juga  Gendong Bayi Setelah Melahirkan di Ruang Kelas Saat Mengerjakan Ujian

“Pernah saya dipanggil ke ruang kerjanya untuk mengambil seragam sekolah. Di dalam ruangan itu saya dipepet ke tembok sampai saya ketakutan,” ujar seorang pelapor.

MF sering melontarkan kata-kata tidak senonoh. Awalnya, kata-kata itu dianggap guyonan tetapi itu dilakukan beberapa kali.

“Akhirnya saya risih dan tidak nyaman. Bahkan saya trauma,” ungkapnya.

“Kalau jam istirahat itu guru kumpul di ruang guru. Pelecehan sering dilakukan di hadapan guru lain,” ujarnya.

Para guru sudah muak dengan tingkah MF sehingga dilaporkan ke polisi. Sebelum dilaporkan ke polisi, para guru sudah melaporkan ke dinas pendidikan. Disdik pun sudah menegurnya, tapi tidak jera.

MF sendiri dalam beberapa kesempatan membantah telah melakukan pelecehan seksual. MF tidak memiliki niat melecehkan siapa pun.

Ia menilai pelaporan dirinya ke polisi dianggap persoalan pribadi guru di sekolah karena tidak senang kepada dirinya.

“Pelapor itu punya niat ingin menyingkirkan saya dari jabatan kepala sekolah. Pelapor sebelumnya pernah dapat teguran karena di sekolah tidak disiplin,” kata MF melalui telepon seluler.

Soal keluhan guru dan salah wali murid perempuan, MF mengatakan itu hanya guyonan agar situasi sekolah tidak kaku dan tegang. Namun jika hal itu dianggap pelecehan, pihaknya minta maaf.

“Ada salah persepsi sehingga ada pelaporan,” katanya.

Total pelapor mencapai empat orang yang mengaku sebagai korban. Mereka melapor ke Polres Sampang.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sampang, Aipda Sukardono membenarkan terkait laporan korban dugaan pencabulan. Laporan disampaikan ke Polres Sampang pada Rabu (6/12/2023).

Sumber: Detik.Com/Kompas.Com
Artikel ini tayang di detikjatim dengan judul “Kepala Sekolah SD di Sampang yang Lecehkan Guru Akhirnya Ditahan” selengkapnya https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-7183895/kepala-sekolah-sd-di-sampang-yang-lecehkan-guru-akhirnya-ditahan.
Artikel ini juga tayang di Kompas.Com dengan tautan: https://regional.kompas.com/read/2023/12/09/073046278/kepsek-diduga-lecehkan-guru-dan-murid-di-sampang-pelaku-pelapor-ingin?page=all#google_vignette

Comments
Loading...