Vokasi SMK Makin Moncer Lewat Tambahan Lima Program Wirausaha

Paket bantuan terakhir dari pemerintah digelontor pada 31 Januari 2024

JurnalGuru.Id – Percepatan transformasi pendidikan vokasi terus dilakukan. Untuk mendukung percepatan transformasi pada jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK), Direktorat SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggaungkan berbagai program utama dan pendukung.

Terdapat lima program utama bantuan pemerintah yang ada pada bidang Penjaminan Mutu Implementasi Kurikulum Merdeka dan Penilaian untuk mewujudkan transformasi pendidikan SMK di Indonesia ke arah yang lebih baik.
Bantuan tersebut adalah sbb:

  • Bantuan Sertifikasi Kompetensi Siswa SMK
  • Bantuan Pembelajaran SMK Berbasis Industri
  • Bantuan SMK yang Mengembangkan Pengajaran Berbasis Pabrik Reguler
  • Bantuan SMK yang Mengembangkan Pengajaran Berbasis Pabrik dalam Rangka Pengimbasan
  • Bantuan SMK yang Mengembangkan Proyek Kreatif dan Kewirausahaan
Jangan Lewatkan
1 of 589

Sebagai upaya untuk memberikan penguatan pemahaman program bantuan pemerintah untuk jenjang SMK tahun 2024, Direktorat SMK mengadakan webinar dengan tajuk “Sosialisasi Program Bantuan Pemerintah Tahun 2024” pada Rabu (31/1).

Dalam kesempatan ini, Direktur SMK, Wardani Sugiyanto, menyampaikan tiga kunci keberhasilan pendidikan vokasi.

Pertama, pendidikan vokasi akan efektif dan efisien apabila penyelenggaraan pendidikannya merupakan replikasi industri.

Replika inilah yang sedang disasar oleh pemerintah untuk setiap satuan pendidikan memiliki replika pembelajaran berbasis industri dalam bentuk teaching factory (Tefa).

Kunci kedua ialah pendidikan vokasi akan efektif dan efisien apabila diajar oleh guru yang profesional di bidangnya.

 

Kegiatan SMK Baruna -- Kemendikbudristek
Kegiatan SMK Baruna — Kemendikbudristek

 

Melalui kegiatan upskilling dan reskilling guru vokasi yang diselenggarakan oleh unit pelaksana teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi ini, diharapkan para guru SMK dapat meningkatkan kemampuan dan mengembangkan potensi sesuai bidangnya.

Baca Juga  Buruan Daftar, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Buka Lowongan untuk Lulusan SMA/SMK

Ke depan, untuk pengembangan guru vokasi tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi juga diarahkan untuk pengembangan guru vokasi selama 6 bulan sampai dengan 1 tahun di luar negeri.
“Ketiga, kita tidak boleh main-main dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi. Kita terus berupaya mencari kelengkapan melalui Matching Fund, pembiayaan pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ucap Wardani.

Wardani menambahkan bahwa setiap SMK harus memperkokoh Tefa. Hal ini berlaku untuk SMK yang telah menerima program SMK Pusat Keunggulan dan SMK lain yang sudah memasuki proses pengembangan keunggulannya dalam kegiatan Tefa.

“Penguatan Tefa akan diproyeksikan untuk PKL (praktik kerja lapangan) siswa. Secara bertahap nanti kita bisa kembangkan di tahun 2025—2029. Selama lima tahun kita bisa mencapai 50% siswa PKL di Tefa-nya. Ini dorongan yang akan kita lakukan untuk lima tahun ke depan,” ucap Wardani.

Bantuan sertifikasi ini diberikan dalam rangka penjaminan lulusan SMK untuk dapat diakui oleh dunia kerja, baik di dalam maupun di luar negeri.

Anggota Tim Kerja Bidang Penjaminan Mutu Implementasi Kurikulum Merdeka dan Penilaian, Direktorat SMK, Kurniati Restuningsih, menambahkan program bantuan pertama Bantuan Sertifikasi Kompetensi Siswa SMK dirancang terkait dengan meningkatnya jumlah siswa dan lulusan SMK yang tersertifikasi sesuai dengan konsentrasi keahlian masing-masing.

“Program ini menyasar 85 ribu siswa dengan total anggaran 42,5 miliar rupiah. Pendaftaran untuk program dimulai pada 31 Januari s.d. 9 Maret 2024,” ucap Kurniati Restuningsih, Tim Kerja Bidang Penjaminan Mutu Implementasi Kurikulum Merdeka dan Penilaian, Direktorat SMK.

Bantuan Pembelajaran SMK Berbasis Industri diberikan untuk menyediakan model pembelajaran yang dirancang bersama dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (Dudika) untuk pemenuhan kompetensi khusus lulusan SMK.

Baca Juga  Ternyata Kursi Kereta Api Eksekutif Buatan Murid-murid SMK Salatiga

Sasaran bantuan ini ialah untuk 25 SMK dengan total anggaran 2,5 miliar rupiah. Pendaftaran dimulai pada 31 Januari s.d. 4 Mei 2024.

Bantuan SMK yang Mengembangkan Pengajaran Berbasis Pabrik Reguler diberikan untuk mengembangkan pengajaran berbasis Tefa sehingga menghasilkan perangkat ajar pengajaran berbasis pabrik.

Sasaran program ini ialah 25 SMK dengan total anggaran 7,5 miliar rupiah. Pendaftaran program ini dapat dimulai sejak 31 Januari s.d. 6 Maret 2024.

Berbeda dengan program sebelumnya, Program Mengembangkan Pengajaran Berbasis Pabrik ditujukan untuk SMK pelaksana program SMK PK atau SMK yang telah melaksanakan pengembangan pengajaran berbasis Tefa.

Kriteria SMK yang dimaksud ialah SMK yang berproduksi aktif serta memiliki omzet yang cukup stabil dan ingin meningkatkan layanan pengajaran berbasis pabrik. Total anggaran yang disiapkan sebesar 265 miliar rupiah untuk 265 SMK. Pendaftaran program ini dimulai dari 31 Januari s.d. 27 April 2024.

Program Bantuan SMK yang Mengembangkan Proyek Kreatif dan Kewirausahaan ditujukan untuk menumbuhkan karakter kewirausahaan siswa SMK serta untuk mendorong sekolah agar selalu berinovasi dalam mengembangkan produk kreatif yang berorientasi pada wirausaha.

“Hasil yang diharapkan ialah berkembangnya kreativitas siswa dalam mengembangkan projek yang bernilai jual, mendorong peningkatan jumlah siswa yang berwirausaha setelah lulus dari SMK dan meningkatkan. Terdapat 240 SMK yang menjadi sasaran dengan total anggaran 12 miliar rupiah,” ucap Laila Nasyaliyah, Tim Kerja Bidang Penjaminan Mutu Implementasi Kurikulum Merdeka dan Penilaian, Direktorat SMK.

Pendaftaran untuk program ini dapat dimulai sejak 31 Januari s.d. 19 April 2024. Untuk pendaftaran semua program dapat dilakukan dengan mengakses tautan Takola https://takola.ditpsmk.net/.

Sumber: Kemendikbudristek.

Comments
Loading...