Kiki Putra Mengajak Siswa Tidak Patah Hati dengan Kondisi Sekolah

Ambil Paket C setahun dan diterima di Universitas Indonesia sebelum ke Stanford

JurnalGuru.Id – Sosok Kiki Putra alias Andri Rizki Putra menjadi sorotan karena pengakuannya soal pendidikan. Melalui akun Instagram kiki_kong20, ia mengaku korban bully alias perundungan di sekolah.

Itu terjadi ketika Kiki masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Ia mengaku berantem dengan kepala sekolah dan guru. Ia membongkar praktik curang pimpinan sekolah yang sengaja membocorkan soal ujian nasional ke murid-murid untuk mempertahankan reputasi sekolah unggulan.

“Alhasil? Gw dibully satu sekolah. Dianggap sok bersih dan pahlawan kesiangan. Gw frustrasi. Akhirnya gw memilih gak lanjut SMA,” tulis Kiki.

Jangan Lewatkan
1 of 598

Kepsek bertemu langsung dengan Kiki. Kepsek meminta Kiki menjaga nama baik sekolah. Berdasarkan kesaksian teman-temannya, kecurangan dengan membagikan soal ujian ternyata juga terjadi di sekolah negeri lain.

Sekolah punya alasan. Bila kunci jawaban tidak dibocorkan, takut tidak ada yang lulus dan reputasi sekolah tercoreng.

Padahal sekolah Kiki berpredikat sekolah unggulan, sekolah favorit dan itu berarti hasil UN rata-rata harus tinggi. Kalau ada murid yang tidak lulus, image sekolah jatuh.

Kiki begitu frustrasi mengetahui kondisi pendidikan seperti ini. Setelah menyelesaikan pendidikan SMP, Kiki ambil Paket C dan belajar tanpa guru.

Ia melampiaskan dendam kepada pendidikan pendidikan formal di Indonesia karena merasa kapasitas intelektualnya tidak dihargai.

“Karma is real! Gw kerja keras. Membuktikan emas tetap emas meski di dalam lumpur. Dendam gw membawa gw ke titik saat ini,” tulis Kiki.

Kiki ingin membuktikan dirinya tidak terpuruk tanpa sekolah SMA formal. Sebaliknya ia justru bangkit lantaran dendam dengan sistem pendidikan di sekolahnya.

Lulus SMA dalam tempo satu tahun dan sukses menembus Universitas Indonesia. Terakhir ia meraih gelar S2 di Stanford University.

Setelah lulus dari Stanford University, Kiki tengah membangun sekolah gratis.

Merdeka.Com melaporkan bahwa Kiki juga beberapa kali sempat diundang di beberapa stasiun TV lantaran dirinya begitu berprestasi. Laki- laki dengan 120 ribu pengikut di Instagram ini sudah bisa bekerja sejak usia 19 tahun dan independen secara finansial di usia 20 tahun.

Pencapaian terbaik yang dibangun Kiki berada pasa saat dirinya mendirikan sekolah gratis bernama Yayasan Pemimpin Anak Bangsa. Ia terus menggaungkan aksi pantang putus sekolah dari sekolah yang dibangun ini.

Pengembaraan Kiki di dunia pendidikan sudah terbukti sukses. Di Stanford University, ia menyelesaikan pendidikan dengan IPK 3,86 dari skala IPK 4.

Dia mendapat beasiswa di Stanford Business School sehingga bisa kuliah secara gratis.

Kini ia masih melanjutkan pendidikan melanjutkan di Columbia University, Cornell University dan Standford University.

“Kebayang nggak sih, Paket C bisa tembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Artinya apa? Stanford tidak melihat hasil ujian saja dan tidak peduli dengan cerita saya di masa lalu,” kata Kiki di podcast Novel Baswedan seperti dikutip Netralnews.Com pada edisi Jumat (26/1/1024).

Kiki bisa keliling dunia dan bertemu peraih nobel. Ia mengajak sang ibu ikut keliling Amerika Serikat. Ia juga memberikan semangat kepada anak Indonesia agar tidak menyerah dan mendengarkan isi hati.

“Buat lu semua yang patah hati dengan sistem pendidikan kita, jangan nyerah. Dengerin kata hati lu. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan,” katanya.
Sumber: Instagram Merdeka.Com/NetralNews.Coma.

Sumber: Instagram Merdeka.Com/NetralNews.Com

Comments
Loading...