Guru SMP Negeri di Jakarta Menabrak Tiga Siswi Hingga Luka Parah

Muncul rumor guru penabrak mengancam orangtua korban terkait kompensasi pengobatan

JurnalGuru.Id – Seorang guru sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Palmerah, Jakarta Barat, menabrak tiga siswinya pada Kamis (11/1/2024).

Wartakotalive.com melaporkan bahwa guru tersebut diduga menabrak ketiga siswinya saat hendak keluar dengan mobil pribadinya. Saat itu, kondisi sedang hujan deras sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepala sekolah SMPN Palmerah, Sulistyowati, membenarkan peristiwa tersebut. “Benar tapi kami sudah tangani,” tutur Sulistyowati seperti dikutip Wartakotalive.com, Kamis (18/1/2024).

Jangan Lewatkan
1 of 613

Siswa yang mengalami kecelakaan itu terluka. Bahkan, salah satu korban mengalami luka berat.

Siswi bernisial A terjepit di antara pos sekuriti dengan mobil. Kejadian ini membuat sel telur rahim Siswi A rusak. A masih dalam perawatan medis di RS Pelni.

“Yang satu terkilir kakinya, yang satu kandung kemihnya dioperasi, dan satunya lagi mengalami sesak napas,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo secara terpisah.

Siswi K mengalami sesak di bagian dada dan punggung. Kendati demikian, hasil pemeriksaan rontgen K dinyatakan bagus.

Sedangkan, AD mengalami luka di bagian paha kanan sampai lutut memar. Pihak sekolah diduga menutupi-nutupi kasus ini supaya tidak diketahui publik ataupun Dinas Pendidikan.

Pada saat kejadian, tiga siswi berinisial A, K, dan D sedang berada di depan pos sekuriti sekolah.
Pada pukul 15.00 WIB, guru berinisial B itu memutuskan pulang dengan mobil Suzuki Ertiga berwarna silver.

Biasanya, Guru B itu meminta bantuan ke rekannya yang lain untuk memundurkan kendaraannya.
Tapi, saat itu guru S yang biasa membantu tengah mengantar siswinya lomba di luar sekolah.

Baca Juga  Ini Dia Kriteria Guru Berkualitas Zaman Now di Era Digitalisasi

Alhasil, tidak ada yang bisa membantu B saat itu. Guru B lantas nekat memundurkan mobilnya sendiri. Petugas sekuriti bernama Sofian sempat membantu mengarahkan guru B mundur.

Tapi, karena kurang mahir mengendarai mobil dalam keadaan mundur, akhirnya guru B tersebut hanya bergerak maju dan mundur.

Beberapa detik kemudian, guru tersebut menabrak ketiga siswinya yang ada di pos sekuriti.
Disdik DKI Jakarta telah menerjunkan tim investigasi untuk menindaklanjuti kasus ini.

Kepala Dinas Pendidikan DKI, Purwosusilo mengatakan, tiga siswi diduga ditabrak gurunya dengan mobil bagian belakang.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta lantas memanggil kepala sekolah dan guru yang menabrak siswa tersebut.

“Hari ini kami panggil supaya jelas dan terang benderang informasinya,” kata Purwosusilo.

Purwo juga sudah mendengar informasi yang berseliweran terkait ancaman keluarga guru B terhadap orangtua korban.

Berdasarkan rumor yang beredar, guru B mengajak perang jika orangtua siswa A tak mau menerima uang Rp 20 juta sebagai bentuk pengobatan.

Hal ini yang disayangkan oleh Purwosusilo karena seharusnya guru tersebut bisa mengutarakan dengan bahasa-bahasa yang baik, bukan justru mengajak perang.

“Makanya itu saya sudah dengar berita burung itu. Nanti kalau sudah ketemu saya tegur karena tidak begitu caranya bertanggungjawab ke orangtua siswa,” imbuhnya.

Menurut Purwo, pihak sekolah dan orangtua murid sudah bertemu untuk mengurus pengobatan siswa yang menjadi korban.

Guru penabrak sudah bertanggungjawab mengantar para korban ke rumah sakit. Jika memang ada pembiaran dari pihak sekolah, maka bukan tak mungkin guru yang menabrak dan kepala sekolah akan dicopot dari jabatan ataup dipecat.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com, pada Kamis (18/2/1024)

Comments
Loading...