Tips Menjadi Guru Melek Digital di Era Kiwari

JurnalGuru.id– Teknologi digital menjadi salah satu faktor penting dalam mengakselerasi transformasi pendidikan Indonesia.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong dan memfasilitasi transformasi digital dalam pembelajaran dan manajemen satuan pendidikan melalui berbagai platform digital serta program pengembangan kapasitas guru agar lebih melek digital.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, Muhammad Hasan Chabibie, dalam webinar Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB) berjudul “Menjadi Guru Melek Digital di Era Kiwari” pada Kamis, (16/11).

Jangan Lewatkan
1 of 729

Hasan menyampaikan beberapa platform digital di dalam ekosistem teknologi Kemendikbudristek yang diperuntukkan kepada para guru dan manajemen satuan pendidikan, di antaranya akun Belajar.id, Platform Merdeka Mengajar, Rapor Pendidikan, ARKAS, dan SIPLah.

Agar berbagai platform yang disediakan Kemendikbudristek tersebut bisa dikenal, dikuasai, dan dimanfaatkan secara maksimal, Kemendikbudristek melalui Balai Layanan Platform Teknologi (BLPT) melakukan kolaborasi dengan komunitas belajar yang terdiri dari para Duta Teknologi.
Guru Duta Teknologi

Sebanyak 207 guru yang terpilih menjadi Duta Teknologi terlibat aktif untuk menginspirasi para guru lain agar memanfaatkan platform teknologi guna menghadirkan pembelajaran yang menarik dan inovatif.

“Duta Teknologi adalah etalase berjalan yang membersamai rekan-rekan sejawatnya untuk bisa menguasai dan memanfaatkan beragam platform yang tersedia dengan baik, sekaligus menjadi inspirator dan percontohan berbagai praktik baik dalam dunia pendidikan Indonesia,” kata Hasan seperti dikutip dari laman kemdikbud.go.id.

Para Duta Teknologi adalah guru terpilih dari kompetisi Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun sejak tahun 2017.

Baca Juga  Menguatkan Kapasitas Guru PAUD Merupakan Investasi Jangka Panjang bagi Kebahagiaan Bangsa Indonesia

Selain Duta Teknologi, komunitas lain yang juga aktif mengadvokasi pemanfaatan platform digital adalah adalah 34 Kapten Belajar.id yang merupakan guru terpilih yang menggerakkan adopsi pemanfaatan akun Belajar.id di provinsi masing-masing.

Dalam webinar tersebut hadir tiga narasumber lain, yakni Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Non Formal, dan Pendidikan Dasar (PNFD) Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Juniell Mendrofa; Penerima Anugerah Daerah Jawara Belajar.id Kategori Wilayah 3T dan Duta Teknologi Provinsi Jawa Timur tahun 2022, Eka Nurviana Fatmawati; dan Duta Teknologi Provinsi Papua tahun 2023, Jean Soffian Banundi.

Jaringan Listrik dan Internet Jadi Hambatan

Kepala Bidang Pembinaan PNFD di Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Juniell Mendrofa, menekankan peran kunci Dinas Pendidikan dalam menggerakkan berbagai kegiatan pendidikan.

Kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS), kelompok kerja kepala sekolah (KKKS), pengawas sekolah, dan himpunan penyelenggara pendidikan anak usia dini (HIMPAUDI), sangat penting dalam mewujudkan program-program pendidikan, khususnya di era digital.

“Meskipun jaringan listrik dan internet menjadi hambatan, Dinas Pendidikan terus berupaya mengatasi tantangan ini melalui pelatihan, webinar, dan kerja sama dengan mitra lokal,” ujar Juniell yang daerahnya terpilih menjadi salah satu penerima Anugerah Daerah Jawara Belajar.id Kategori Wilayah 3T dalam Anugerah KiHajar 2023.

Dinas Pendidikan Kabupaten Nias berencana untuk bekerja sama dengan Dinas Kominfo untuk meningkatkan infrastruktur teknologi dan internet di daerah tersebut.
Juneill menekankan pentingnya komitmen bersama dalam penganggaran untuk memajukan pendidikan dengan teknologi informasi.

Dari sisi pendidik, Jean Soffian Banundi, menyatakan bahwa ia memiliki satu tujuan utama yakni berbagi pengalaman tentang integrasi TIK dalam pembelajaran. Ia menekankan perlunya melibatkan rekan-rekan guru secara bertahap untuk mengubah proses pembelajaran.

Baca Juga  Hari Guru Nasional 2023, Menag Serahkan 98.972 SK Inpassing

“Di Kabupaten Waropen, terdapat beberapa tantangan utama berupa kurangnya kemauan dari rekan-rekan guru; serta kendala listrik, jaringan, dan fasilitas. Meskipun demikian, saya terus melakukan pendekatan personal, memberikan motivasi, dan mendampingi mereka untuk tetap semangat dalam meningkatkan kompetensi digital,” ungkap Duta Teknologi Provinsi Papua 2023 ini.

Keluar Dari Zona Nyaman

Duta Teknologi 2022, Eka Nurviana Fatmawati berbagi pengalaman suksesnya sebagai guru melek digital, sebagai berikut:

Menurutnya, guru perlu memperluas pengalaman melalui uji coba dan eksperimen teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. “Integrasi teknologi dalam kelas memungkinkan guru menyajikan materi ajar dengan lebih efektif dan menciptakan pembelajaran bermakna,” katanya.

Eka menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran karena kita berada di era digital. Dengan siswa yang umumnya memiliki gawai, guru harus memanfaatkan potensi ini.

Menjadi Duta Teknologi berarti menjadi ikon guru inovatif yang terus bereksperimen dengan berbagai platform dan media pembelajaran teknologi, seperti pembelajaran interaktif, video simulasi Augmented Reality, dan lainnya.

“Guru adalah pembelajar sepanjang hayat, maka dari itu guru harus terus belajar, keluar dari zona nyaman, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan,” pungkas Eka. (*)
Sumber : kemdikbud.go.id

Comments
Loading...