KPAI Pertanyakan Pengawasan Jam Istirahat Terkait Siswa Cengkareng Tewas Terjatuh

Perlu guru piket saat istirahat untuk terus memantau anak-anak

JurnalGuru.Id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta transparansi dalam kasus tewasnya pelajar SMPN 132 Cengkareng, Jakarta Barat, akibat terjatuh dari lantai empat gedung sekolah tersebut.

Tempo.Co melaporkan bahwa Ketua KPAI, Ai Maryati Solihah, menyatakan bahwa jika ditemukannya kelalaian dalam ksus tersebut perlu diberitahukan kepada publik agar dijadikan pembelajaran.

“Kalau saya menemukan bukti-bukti adanya kelalaian, ini harus tetap disampaikan sebagai pembelajaran publik,” kata Maryati di Jakarta pada Selasa, 10 Oktober 2023.

Jangan Lewatkan
1 of 631

Maryati juga mengevaluasi mekanisme belajar-mengajar di sekolah korban, termasuk pengawasan saat jam istirahat pelajar.

“Kemudian bagaimana pengawasan ketika istirahat? Karena semua sekolah memang istirahat pada jam itu,” katanya.

“Ini juga apakah perlu ada reformasi di dalam sekolah. Bahwa kalau di saat istirahat pun ada piket dan anak-anak tetap dipantau,” katanya.

Selain itu, Maryati juga meminta perhatian pihak sekolah terhadap sarana dan prasarana sekolah, menyusul fakta yang ditemukan bahwa korban terjatuh dari jendela tanpa teralis dan kaca.

“Kembali pada sarana dan prasarana yang harus segera ditangani karena memang di situlah sektor penting pendidikan,” katanya.

Maryati menekankan sarana dan prasarana sekolah harus mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
“Sekecil apa pun sarana-prasarana harus mencegah peristiwa yang tidak kita inginkan dan sudah kesanggupan dan kesiapan untuk segera mengantisipasi,” kata Maryati.

Ini merupakan kasus kedua yang terjadi di wilayah pendidikan DKI Jakarta. Sebelumnya kasus serupa terjadi di sebuah SDN di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan, dengan pola yang hampir sama.

Baca Juga  Sengkarut Perundungan di Sekolah, Perlunya Meningkatkan Edukasi Stop Bully

Kasus di Cengkareng terjadi pada Senin, 9 Oktober 10/2023 pada jam istirahat pagi.

Sementara itu Detik.Com melaporkan bahwa polisi yang menangani kasus ini mengungkap kepribadian korban di sekolah. Kapolsek Cengkareng Kompol Hasoloan Situmorang menjelaskan korban sama seperti pelajar lainnya.

Artinya bukan tipe pelajar berkeprebadian tertutup. Korban pun aktif dalam bersosialisasi di sekolah. Tidak ditemukan dugaan bullying yang berujung korban terjatuh dan meninggal dunia.

“Baik, sosialisasi dengan rekannya baik. Sampai sejauh ini dugaan bullying tidak ada, tidak ditemukan sejauh ini,” Hasoloan.

Pihak kepolisian masih akan memeriksa orang tua korban untuk mendalami karakter dan perilaku korban. Meski demikian, pemeriksaan dilakukan setelah orang tua korban siap.

Polisi menyatakan peristiwa diduga terjadi pada pukul 09.45 WIB. Polisi menduga korban terjatuh akibat tergelincir.

“Pada jam istirahat dia (korban) dan rekan-rekannya ada di ruang kelas di lantai 4. Diduga kuat korban mengakses jendela mau mengarah ke sisi luar dari kelas tersebut. Ada kemungkinan tergelincir di situ,” kata Hasoloan.

Sumber: Tempo.Co/Detik.Com/Republika.Co.Id

Comments
Loading...