Siswi Loncat dari Lantai 4 SDN Jakarta Selatan, Motifnya Masih Misterius Setelah Sepekan

Polres Metro Jakarta Selatan baru sebatas merilis kronologi resmi

JurnalGuru.Id – Setelah sepekan lebih melakukan penanganan kasus siswi melompat dari lantai 4 hingga meninggal di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Petukangan Utara 06 Pagi, Jakarta Selatan, Polres Metro Jakarta Selatan merilis kronologi resmi.

Kasus ini terjadi pada 26 September 2023 di SDN 06 Petukangan, Jakarta Selatan, dengan korban berinisial SR,
Peristiwa tersebut berawal saat seluruh murid di sekolah dasar itu, termasuk SR mengikuti kegiatan “pembiasaan” sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.

“Jadi rangkaian peristiwa bahwa di pagi hari itu sesuai dengan jadwal, pukul 06.30 itu ada kegiatan pembiasaan untuk penampilan drama atau teatrikal,” ujar Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi kepada awak media seperti dikutip Republika.Co.Id.

Jangan Lewatkan
1 of 540

Dalam kegiatan pembiasaan tersebut, SR terlibat saling dorong dengan salah seorang teman sekelasnya dan kejadian dilaporkan ke wali kelas. Kemudian Wali kelas memanggil SR dan temannya seusai kegiatan pembiasaan berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Keduanya pun diberi nasihat di depan pintu kelas sebelum KBM dimulai. Setelah ditengahi dan dinasihati, keduanya sama-sama bersalaman.

“Kemudian yang bersangkutan ke kamar mandi dan tidak kembali ke kelas. Setelah itu dapat kabar dari guru di kelas sebelahnya bahwa almarhum ditemukan sudah posisi berada di lantai dasar,” kata Yossi.

Polrestro Jakarta Selatan menangani langsung kasus ini dan mengambil alih dari Polsektro Petukangan. Meninggalnya SR yang melompat dari ketinggian lantai empat hingga meningga menjadi sorotan kalangan pendidik di Indonesia.

Baca Juga  Yuk, Ikuti Webinar Gratis soal Belajar Makin Seru dengan Paper Mode

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro, menambahkan motif dalam kasus ini masih terus didalami.

“Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi kami belum bisa menyimpulkan untuk motifnya apa yang bersangkutan melakukan perbuatan itu,” ujar Bintoro.

Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi. Keempat saksi tersebut masing-masing dua orang guru, dan dua orang murid. Dari hasil dari pemeriksaan keempat saksi tersebut, pihak penyidik belum menyimpulkan apa motif korban melompat dari lantai empat.

“Masih belum kita simpulkan (motifnya). Karena yang jelas kan butuh tahapan-tahapan proses pemeriksaan, kalau sudah terang baru kita sampaikan,” tutur Bintoro.

SR memanjat sebuah meja yang kemudian digunakannya untuk melompat. Kini, meja tersebut diamankan sebagai barang bukti.

Tindakan SR terekam oleh CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Alat bukti ini diharapkan bisa mempercepat pengungkapan motif SR.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta membantah meninggalnya siswi kelas 6 yang terjatuh dari lantai 4 gedung sekolah disebabkan bullying atau perundungan. Disdik DKI menduga siswa tersebut terjatuh karena terpeleset saat bermain.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi yang sudah dikumpulkan pihak kepolisian, korban sedang bermain di dekat pilar gedung lantai empat bersama teman-temannya lalu terpeleset dan jatuh,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Purwosusilo.

Sejumlah kalangan menunggu kejelasan kasus yang memprihatinkan ini dengan harapan masalah serupa tidak terjadi lagi. Dugaan perundungan muncul karena kasus bullying di sekolah belakangan bermunculan.

Sumber: Republika.Co.Id

Comments
Loading...