DPR Segera Turun Gunung Ikut Selesaikan Bullying di Sekolah

Orang tua harus menciptakan suasana rumah yang menyenangkan dan membahagiakan bagi anak-anak

JurnalGuru.Id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan perbuatan bullying di sekolah adalah sesuatu yang berbahaya dan harus dicegah.

Hal itu dikemukakannya berkaitan dengan kasus bullying siswa sekolah yang terjadi di Cilacap dan Balikpapan yang lagi viral di media sosial.

“Jadi bullying bukan sesuatu yang biasa. Jangan sampai ada tindakan kekerasan sesama teman di lingkungan sekolah,” ujar Hetifah saat dihubungi Antara di Samarinda.

Jangan Lewatkan
1 of 540

Terkait dengan banyaknya masalah bullying atau perundungan akhir-akhir ini, Hetifah mengajak Komisi X DPR untuk turun gunung lebih aktif mengunjungi sekolah.

Dengan begitu, DPR bisa mendorong instansi terkait di tingkat akar rumput juga lebih aktif berperan untuk mencegah perundungan.

Ia mengatakan praktik-praktik bullying bukan hanya fisik kadang juga nonfisik. Misalnya, berkata kasar atau bahkan perundungan di dunia maya (cyber bullying).

Hetifah menjelaskan pemerintah telah meluncurkan episode ke-25 program pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kekerasan di sekolah bisa diminimalisir sebanyak mungkin.

“Pihak sekolah harus punya channel untuk mengadu jika peserta didik terkena masalah, selain itu guru BK harus beda, jangan jadi killer terus ditakuti tapi menjadi teman yang baik bagi peserta didik,” kata Hetifah.

Hetifah juga menyoroti peran orang tua dalam mencegah bullying di sekolah. Menurutnya orang tua harus menciptakan suasana rumah yang menyenangkan dan membahagiakan bagi anak-anak, bukan menekan atau membully mereka, yang kemungkinan akan melampiaskan ke teman sejawatnya.

Baca Juga  Luncurkan Aplikasi Anti Bullying Akhir November 2022, Ridwan Kamil: Kalau Ada Kekerasan di Sekolah Laporkan ke Aplikasi Ini

“Jadi supaya membentuk mental anak dari kecil, maka bisa PAUD sehingga punya jiwa kreatif, karena seorang anak dalam keadaan tertekan tidak mungkin jadi kreatif,” ucapnya.

Hetifah mengimbau agar orang tua membangun komunikasi dan kedekatan dengan anak-anaknya. Orang tua harus mengetahui masalah yang dihadapi anak, termasuk jika mereka mengalami bullying di sekolah.

“Sebagai orang tua kita harus punya komunikasi yang lebih tertata dan percaya dengan anak. Orang tua harus berubah jadi teman bagi anak-anak,” tuturnya.

Hetifah menambahkan pemerintah juga telah melakukan assesment terhadap sekolah-sekolah terkait isu bullying.

“Jika ada sekolah yang terbukti melakukan bullying, maka rapor mereka akan merah. Tetapi jika sekolah terlihat menyenangkan biasanya prestasi anak lebih bagus,” jelas Hetifah.

Sumber: Antara

 

Comments
Loading...