Kisah Anak Petani Lulus Usia 21 Tahun dengan IPK 3,66 di UNY

Setelah lulus SMK, Dyana mulai mencari informasi terkait pendaftaran kuliah di UNY.

JurnalGuru.id — Dyana Arum Nugraini menjadi lulusan termuda di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan meraih gelar sarjana terapan (D4) pada usia 21 tahun 1 bulan.

Bahkan, dia menyelesaikan studi D4 Teknik Otomotif Fakultas Vokasi UNY dengan predikat cumlaude dengan nilai IPK 3,66.

Demi menggapai pencapaian di kuliah UNY, dia sudah bekerja keras saat bangku TK. Karena, dia masuk TK pada usia 4 tahun yang masih terbilang muda.

Jangan Lewatkan
1 of 96

Sekolah di TK ini hanya bertahan selama 8 bulan, karena Dyana melanjutkan studi di bangku SD.

“Awalnya orangtua ragu memasukkan ke SD karena umur yang belum mencukupi dan takut jika tidak bisa mengikuti proses pembelajaran di kelas. Namun dengan berjalannya pembelajaran, saya dapat menangkap materi yang dijelaskan dengan baik sehingga dapat naik kelas,” kata dia dikutip dari laman UNY, Rabu (13/9/2023).

Dia mengungkapkan, dirinya tertarik pada jurusan otomotif karena melihat kakak laki-lakinya yang berkuliah di jurusan otomotif.

Di mana membongkar mesin motor, memasangnya, dan seterusnya merupakan hal yang asik.

Dari situ, sebut dia, muncul rasa ketertarikan untuk berkecimpung dan mempelajari bidang tersebut.

Dia juga diberitahu bahwa di jurusan otomotif memiliki materi yang sangat kompleks dari proses teori, perancangan, serta praktik langsung di lapangan.

Rasa ketertarikan tersebut menjadi motivasi baginya untuk belajar secara giat agar dapat diterima di bangku perkuliahan.

“Saat di bangku kelas 3 SMK, saya mulai belajar mengerjakan tes untuk masuk perguruan tinggi,” jelas wanita yang kuliah di UNY angkatan 2019.

Baca Juga  Kisah Guru Penggerak Indri Herdiman, Kini Matematika Menjadi Pelajaran yang Dinantikan Para Siswa

Setelah lulus SMK, Dyana mulai mencari informasi terkait pendaftaran kuliah di UNY.

Karena, lebih tertarik pada proses pelajaran praktik, sehingga tujuan yang dipilihnya adalah D4 teknik otomotif.

“Selain meminta doa dari orangtua, saya juga terus belajar agar diterima di UNY,” ucap dia.

Pada tahun 2019, D4 dibuka khusus untuk jalur mandiri, sehingga dia fokus untuk belajar dan mengikuti tes mandiri.

“Hal yang saya tanamkan pada diri saya sebelum mengikuti tes yang penting coba dulu dan usaha yang maksimal. Akhirnya saya diterima sebagai mahasiswa baru UNY,” tutur dia.

Dalam masa orientasi Jurusan Otomotif D4 pada tahun 2019 yang mayoritas mahasiswanya laki-laki, hal tersebut tidak menjadi sebuah permasalahan untuk dirinya.

Sebab, dengan latar belakang dari SMK bisa beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan baru.

“Semakin berjalannya proses kuliah, saya terbantu teman-teman, mereka memberikan support, membantu, dan mengajari saya materi-materi yang belum saya pahami. Dari penjelasan materi yang diberikan oleh dosen dan teman-teman, memudahkan saya untuk menangkap materi tersebut sehingga saya paham,” tegas Alumni SMKN 2 Yogyakarta ini.

Dari semester 1, Dyana menekuni pelajaran yang menjadi keahliannya pada bidang tersebut, dan jika tidak tahu akan bertanya pada teman-teman maupun dosen.

Selama pandemi Covid-19 pembelajaran dilakukan secara online, hal itu dimanfaatkan dirinya dengan mengisi waktu kosong untuk bekerja sampingan selama 1 tahun.

Di tahun 2021, Dyana mengikuti organisasi himpunan mahasiswa periode kepengurusan tahun 2021 – 2022 untuk mengembangkan soft skill, relasi, dan belajar tanggung jawab.

Di tahun yang sama, Dyana juga mengikuti project kelas yang berjumlah 20 orang dengan dibantu Moch. Solikin selaku dosen pembimbing membuat mobil listrik difabel yang nantinya dapat dijadikan sebagai tugas akhir skripsi.

Baca Juga  Masih Ada 10 PTN Buka Jalur Mandiri 2023 sampai Akhir Juli

Dari 2 kegiatan tersebut menuntutnya untuk menerapkan time management skill agar semua kegiatan dapat berjalan beriringan dan menghasilkan output yang maksimal.

Anak pasangan Tumidi dan Woro Supeni yang berprofesi sebagai petani tersebut mengikuti magang MSIB di PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur.

Menurut dia, magang di sini mendapat banyak ilmu, pengetahuan, dan relasi baru. Terdapat banyak fasilitas yang memadai bagi mahasiswa, mentor-mentor yang berpengalaman serta project-project yang diberikan sangat membantu dalam proses pengembangan dan persiapan di dunia kerja.

Di samping itu dengan adanya pelatihan soft skill bela negara yang difasilitasi oleh perusahaan dan dibantu oleh pelatih yang profesional hal tersebut mampu meningkatkan jiwa leadership dan team work, serta adanya penerapan apel pagi dan sore mampu meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja.

“Selama proses pelaksanaan magang saya juga mulai mengerjakan skripsi. Dapat diterima magang di PT INKA (Persero) adalah suatu pengalaman luar biasa yang tidak terlupakan bagi saya,” jelas dia.

Selain di INKA, dia juga memanfaatkan waktunya dengan magang di PT Astra International Tbk selama 5 bulan yang banyak memberikan wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan ide kreativitas dan berinovasi.

Di Astra, Dyana banyak belajar tentang pengembangan pelatihan skill melalui training, project-project yang diberikan, materi yang disampaikan, serta ilmu sosial.

“Saya bertemu dengan banyak orang baru yang memberikan pelajaran bagi saya untuk selalu berkembang dan berproses. Saya diberikan ruang untuk memberikan sebuah inovasi bagi perusahaan, sehingga saya memanfaatkan peluang yang ada untuk memberikan output yang terbaik bagi kemajuan diri saya dan perusahaan,” tambah Dyana.

Dia berharap dengan bekal ilmu, pelajaran, dan pengetahuan yang didapatkan bisa mampu mengimplementasikannya.

Baca Juga  Kisah Peserta UTBK 2023 di Unpad, Ikut Kursus Demi Masuk PTN Impian

“Prinsip yang saya tanamkan, yaitu optimis, berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa. Tidak peduli seberapa mustahil hal-hal yang terjadi, akan selalu ada kemungkinan di setiap ketidakmungkinan yang kita duga,” tukas Dyana.

(Sumber: Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kisah Dyana, Anak Petani Lulus Usia 21 Tahun dengan IPK 3,66 di UNY

Comments
Loading...