Miris, 1.187 Anak Alami Perundungan di 2 Provinsi

Perundungan paling banyak mengenai ejekan itu, besarannya sekitar 92 persen.

JurnalGuru.id – Save the Children Indonesia menemukan sekitar 66 persen atau sebanyak 1.187 anak mengalami perundungan yang bervariasi. Paling banyak ialah mengenai ejekan.

Temuan Save the Children Indonesia tersebut dari hasil riset mengenai pemulihan pembelajaran di 4 kota dan kabupaten di Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Perundungan paling banyak mengenai ejekan itu, besarannya sekitar 92 persen. Bahkan lebih buruk lagi sekitar 37 persen pernah mengalami pemukulan.

Jangan Lewatkan
1 of 540

Riset juga menunjukan bahwa hanya 1 dari 4 anak atau sekitar 24 persen yang berani lapor kepada orangtua bahwa mereka mengalami perundungan.

Sedang 1 dari 3 anak atau 33 persen bahkan tidak melapor kepada siapapun ketika mereka mengalami perundungan.

Anak berada di lingkungan tidak aman

Menurut Selina Patta Sumbung, CEO Save the Children Indonesia, temuan terkait kekerasan pada anak terutama perundungan sudah sangat nyata.

Hal ini menjelaskan bahwa anak berada di lingkungan yang tidak aman, bahkan beberapa dari mereka tidak berani melapor kepada siapapun.

“Ini sangat membahayakan. Perundungan dapat berdampak pada kesejahteraan dan tumbuh kembang anak, jika ini tidak segera ditangani dengan baik maka Indonesia sulit mewujudkan generasi yang tangguh, berkualitas demi mencapai Indonesia Emas 2045,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/7/2023).

Dikatakan, perundungan juga menjadi salah satu penyebab gagalnya pembentukan karakter anak yang tangguh dan mampu beradaptasi.

Hal ini diperkuat dari riset Save the Children yang menemukan bahwa 47 persen anak yang mengalami perundungan cenderung tidak memiliki teman, 28 persen bahkan mengaku tidak memiliki teman belajar kelompok.

Baca Juga  Ini Dia Jadwal Libur Sekolah SD, SMP, SMA/SMK di Pulau Jawa

Dan berujung pada turunnya motivasi anak untuk belajar. Beberapa diantaranya terpaksa harus pindah sekolah atau bahkan memilih untuk putus sekolah.

Faktor utama yang berkontribusi meningkatkan angka perundungan adalah ketidaksadaran. Ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan mengenai perundungan dan bahayanya pada anak.

Selain itu, riwayat mengalami kekerasan termasuk pengasuhan dengan kekerasan, lingkungan masyarakat dan budaya permisif juga menjadi penentu angka perundungan meningkat.

Sejalan dengan sub tema Hari Anak Nasional 2023 yakni wujudkan lingkungan yang aman untuk anak serta “Dare to Lead and Speak Up” maka berbagai pihak perlu mengambil langkah yang serius untuk mengakhiri perundungan pada anak.

Upaya komprehensif perlu dilakukan oleh pemerintah di seluruh tingkatan nasional, provinsi dan kota/kabupaten.

Perlunya peran orangtua, guru dan masyarakat

Maka dari itu, orangtua perlu:

1. Melindungi anak dari kekerasan.

2. Mengedepankan pengasuhan positif dan menjadi sahabat untuk anak.

3. Memenuhi hak partisipasi anak.

4. Memberikan apresiasi pada setiap proses yang akan, sedang dan telah dilakukan anak.

Tak hanya itu saja, peran para pendidik juga menjadi penting untuk dapat memahami psikologi perkembangan anak dan perlindungan anak.

Memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kapasitas dan tumbuh kembang anak termasuk kepada anak dengan disabilitas.

Serta dapat memastikan anak terlindungi dari segala macam bentuk kekerasan baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Tak ketinggalan, peran masyarakat juga menjadi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran bahwa perundungan adalah bentuk kekerasan pada anak.

Masyarakat juga harus paham bahwa tidak melakukan pembiaran. Anak–anak juga memiliki peran yang besar untuk menghargai sesama, melindungi diri dan teman dari kekerasan, tidak membeda-bedakan dan laporkan perundungan kepada orang yang dipercayai.

Baca Juga  Guru Merasa Lega Pemkot Depok Tunda Relokasi SDN Pondok Cina 1

Salah satu anggota Child Campaigner Provinsi Jawa Barat – Save the Children Indonesia, Sabrina (16), mengatakan bahwa perundungan termasuk pelanggaran terhadap hak anak, hal ini akan sangat berdampak pada Kesehatan mental anak.

“Pemberantasan perundungan dan penindaklanjutan terhadap pelaku perundungan sangat dibutuhkan demi terpenuhinya hak setiap anak di Indonesia, karena bukan hanya untuk kami tetapi ini untuk generasi penerus bangsa,” harap Sabrina.

(Sumber: Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Riset Save The Children di 2 Provinsi: 1.187 Anak Alami Perundungan

Comments
Loading...