Indonesia Kini Miliki 50 Ribu Calon Pemimpin Pendidikan Masa Depan

guru memperoleh pelatihan intensif untuk menjadi sosok penggerak dunia pendidikan

JurnalGuru.id – Mendikbudristek Nadiem Makarim bangga Indonesia kini memiliki lebih dari 50.000 pemimpin pendidikan masa depan karena program Guru Penggerak.

“Program Guru Penggerak sampai hari ini sudah melahirkan lebih dari 50 ribu calon pemimpin pendidikan masa depan,” kata Nadiem dalam Pembukaan Pendaftaran PPG Prajabatan secara daring, Rabu (31/5/2023).

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan program Guru Penggerak pada 2020. Program ini bertujuan mendorong guru menjadi penggerak pengembangan pembelajaran di sekolah masing-masing hingga guru di sekolah sekitar.

Jangan Lewatkan
1 of 540

Kini, program Guru Penggerak sudah memasuki tahun keempat. Mendikbudristek Nadiem Makarim menyebut saat ini sudah ada lebih dari 50 ribu guru penggerak.

Nadiem menjelaskan selama program, guru memperoleh pelatihan intensif untuk menjadi sosok penggerak dunia pendidikan. Guru didorong menjadi pemimpin perubahan positif di lingkungan sekitarnya.

“Ini upaya kita meningkatkan kualitas guru yang kita punya dan memperbanyak guru-guru yang menjadi pemimpin perubahan,” sebut dia.

Nadiem menyampaikan guru penggerak ini akan menjadi garda terdepan dalam kebijakan Merdeka Belajar. Guru penggerak diharapkan membawa transformasi pendidikan.

“Transformasi pendidikan ada di tangannya guru penggerak, yang tidak takut dengan perubahan, malah menjadi pemimpin perubahan,” sebut Nadiem.

Melalui Pembukaan Pendaftaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan 2023, Nadiem mengajak para mahasiswa untuk menjadi guru baru profesional. Karena mereka yang diperbolehkan ikut khususnya bagi lulusan Sarjana maupun Diploma IV, baik dari kependidikan maupun non-kependidikan.

(Sumber: Medcom.id)

Artikel ini telah tayang di Medcom.id dengan judul “Nadiem: Program Guru Penggerak Lahirkan 50 Ribu Pemimpin Pendidikan Masa Depan

Baca Juga  Peran Guru di Sekolah Tak Bisa Diganti Kecanggihan Teknologi
Comments
Loading...