Kisah Mahasiswi Vokasi Unair Juarai Kompetisi Pencak Silat Internasional

Septy menggaet medali emas dalam kejuaraan yang bernama Bandung Lautan Api Championship 3

JurnalGuru.id – Berbagai prestasi terus dicapai oleh mahasiswi fakultas vokasi Universitas Airlangga (Unair), Septy Maranda Kartika Wardani.

Kali ini Septy menggaet medali emas dalam kejuaraan yang bernama Bandung Lautan Api Championship 3.

Kejuaraan ini diadakan oleh Sayap Rajawali dengan rekomendasi Ikatan Pencak Silat Indonesia Banten di GOR Indoor Stadion Benteng Taruna, Tanggerang, Banten.

Jangan Lewatkan
1 of 96

Jadi, Banten Internasional Championship adalah sebuah pertandingan pencak silat di tingkat internasional yang diadakan oleh Sayap Rajawali dengan rekomendasi Ikatan Pencak Silat Indonesia Banten.

Pertandingan itu sendiri dilaksanakan di GOR Indoor Stadion Benteng Taruna, Tanggerang, Banten, dengan jumlah peserta sekitar 1.024.

Bahagia ketika Latihan

Septy yang berhasil mendapatkan juara satu dalam kejuaraan ini mengatakan bahwa sudah sejak lama ia menggeluti dunia persilatan.

Ia juga mengatakan bahwa ia pernah mengalami patah tulang, tetapi tidak menjadi hambatannya untuk mengikuti kejuaraan internasional ini.

“Saya sudah mengikuti latihan pencak silat sejak saya SMP, dan lomba pertama saya adalah saat di tahun 2017, dan saya sempat berhenti latihan pada tahun 2019 karena saya mengalami patah tulang, dan saya kembali berlatih pada 2020”.

“Pada mulanya saya mengikuti UKM PSHT hanya untuk magang. Tetapi saya merasa bahagia ketika berlatih di UKM karena dapat menghilangkan kejenuhan setelah berkuliah. Banten Internasional Championship adalah lomba ke-2 saya ketika saya bergabung ke UKM PSHT Universitas Airlangga” ujar Septy.

Hambatan dan Tips untuk Mengatasinya

Hambatan atau kendala merupakan hal yang pasti dialami oleh setiap orang dalam mencapai sesuatu, begitu pula dengan Septy.

Ia mengatakan bahwa dalam setiap perlombaan kendala yang sering dialami tentunya cidera pada saat latian, musuh yang dihadapi, ataupun peraturan yang ada

Baca Juga  Kisah Alifia Lolos Masuk Unair Jalur UTBK SNBT 2023 di Usia 16 Tahun

“Dalam lomba ini, peraturan baru juga menjadi kendala yang amat sulit karena saya harus menyesuaikan dengan peraturan baru yang baru saya pelajari, tetapi saya beruntung memiliki pelatih yang tak lelah memberi pengarahan dengan sabar sampai saya paham dengan peraturan baru tersebut. Hal yang dapat membangkitkan semangat saya adalah orang tua saya, karena orang tua tidak henti-henti memberi semangat dan dukungan kepada saya”.

“Tips dari saya buat temen- temen yang ingin memenangkan perlomba adalah jangan capek buat berlatih, berusaha, berdoa serta tidak lupa meminta restu kepada kedua orang tua,keluarga, dan teman-teman terdekat. Saat memenangkan perlombaan tentu setiap manusia akan merasa senang, tetapi tidak lupa mengucap syukur dan terima kasih kepada orang-orang yang telah mendoakan saya. Saya akan tetap berlatih untuk orangtua saya.” tutup Septy.

(Sumber: Unair.ac.id)

Comments
Loading...