Guru Menggelar Kelas Ngadem, Siasati Gelombang Panas

Lapangan rumput yang terhalang gedung jadi kelas alam.

Guru itu pun langsung menjadi bintang media untuk menceritakan pengalamannya ke kantor-kantor berita, salah satunya stasiun radio Bombo Radyo.

JurnalGuru.Id – Seorang guru di Filipina menggelar kelas “ngadem” di luar ruangan karena tak tega melihat muridnya tak dapat berkonsentrasi akibat terpanggang gelombang panas beberapa hari belakangan.

CNN Indonesia melaporkan bahwa guru bernama Joel Casungcad tersebut mendapatkan ide setelah melihat salah satu tempat di sekolah tempatnya bekerja — Lutucan Integraation National High School – tak terkena sinar matahari langsung.

Titik dimaksud adalah lapangan rumput. Lapangan ini terhalang bayangan gedung sekolah yang tinggi sehingga murid bisa tak terkena sengatan matahari jika belajar di sana.

Jangan Lewatkan
1 of 613

Casungcad akhirnya menyuruh murid-muridnya untuk menggeret kursi dan meja ke tempat yang adem itu.

Ia lantas memamerkan foto kelas alam tersebut di akun Facebook pribadinya.

“Hindari panas. Hindari mencontek,” tulis Casungcad di kolom keterangan foto tersebut.

Foto itu langsung viral. Beberapa media bahkan memberitakan foto itu, termasuk situs berita asal Malaysia, The Star yang dikutip CNN Indonesia.

Guru itu pun langsung menjadi bintang media. Ia menceritakan pengalamannya ke kantor-kantor berita, salah satunya stasiun radio Bombo Radyo.

“Sangat panas di Hari Kamis ini. Saya khawatir mereka tak bisa fokus ke tes mereka, dan pada akhirnya hanya kipas-kipas,” tuturnya.

Ia kemudian berkata, “Jadi, saya pikir saya akan gelar tes di luar ruangan. Pendekatan alamiah. Di luar, ada pohon dan udara segar.”

Casungcad memastikan muridnya berada di luar ruangan di jam-jam yang tidak berbahaya, yaitu pukul 07.00-11.00 waktu setempat.

Baca Juga  Guru Kreatif Bikin Metode Cek Kehadiran Murid di Kelas dengan Quotes

“Sebelum matahari berada di puncak langit, saat kita bisa kehilangan bayangan yang diciptakan bangunan itu,” ucap Casungcad.

Saat ini, Filipina dan sejumlah negara Asia lainnya, seperti Myanmar, Thailand, India, dan Bangladesh, memang sedang disengat gelombang panas.

Di India, Myanmar, dan Thailand, cuaca bahkan bisa mencapai 45 derajat Celsius pada akhir pekan lalu.

Di Filipina sendiri, suhu udara mencapai 37 derajat Celsius. Para siswa pun terus mengeluh karena mereka merasa terpanggang di dalam ruangan kelas.

Hampir 150 siswa di selatan Manila sampai-sampai mengalami masalah kesehatan akibat kepanasan. Tujuh dari mereka pingsan, sementara dua lainnya sampai dilarikan ke rumah sakit.

Akhir pekan lalu, Departemen Pendidikan Filipina akhirnya mengumumkan sekolah-sekolah diperbolehkan meniadakan kelas tatap muka agar siswa tak harus berhadapan dengan cuaca panas di dalam kelas.

“Kami juga tak mau kesehatan siswa kami terganggu, terutama karena suhu sangat panas yang dirasakan. Itulah alasan kami ingin kepala-kepala sekolah mengubah ke medium alternatif,” ujar juru bicara departemen itu, Micahel Poa.

Sumber: CNN Indonesia
Tautan: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20230427151146-106-942677/filipina-dipanggang-gelombang-panas-guru-gelar-kelas-ngadem-di-luar.

 

Comments
Loading...