Belajar Toleransi pada Momen Idul Fitri di Desa Kalimanggis

Anjang sana Idul Fitri terus dilestarikan untuk menjaga kebersamaan warga.

Di Krajan, 97% beragama Buddha, 2,5% beragama Islam, dan lainnya beragama Kristen dan Katolik.

JurnalGuru.Id – Hari Raya Idul Fitri 1444 H atau 2023 telah berlalu. Dusun Krajan di Desa Kalimanggis, Temanggung, Jawa Tengah, menjadi sorotan karena kentalnya toleransi saat Idul Fitri.

Umat muslim Dusun Krajan memadati Masjid Almuhajirin pada Sabtu (22/4/2023) pagi untuk menunaikan Salat Idul Fitri.

Sementara Bhante Thitasaddho bersama umat Buddha lainnya, bersiap mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri.

Jangan Lewatkan
1 of 583

Mayoritas penduduk Dusun Krajan, Desa Kalimanggis, Luwih, Temanggung beragama Buddha. Prosentasenya mencapai 97%. Umat Muslim di dusun ini hanya sekitar 2,5%. Sementara lainnya, beragama Kristen dan Katolik.

Umat Muslim di Dusun Krajan melakukan salat Idul Fitri pada 22 April 2023, mengikuti hasil Sidang Isbat Kementerian Agama. Salat Idul Fitri di dusun ini dipusatkan di Masjid Almuhajirin. Lokasi Masjid ini berjarak sekitar 500 meter dari Wisma Bhikku Jaya Wijaya.

Salat Idul Fitri digelar tepat pukul 07.00 WIB. Umat Muslim saat itu memadati Masjid Almuhajirin. Kurang lebih 40 menit, Salat Idul Fitri selesai. Umat Muslim perlahan keluar masjid sambil bersalam-salaman.

Di sela kerumunan umat Muslim, hadir tokoh agama Buddha, Bhante Thitasaddho. Dia ikut mengucapkan selamat Idul Fitri kepada semua jemaah.

“Selamat merayakan Idul Fitri, Bapak dan Ibu. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua senantiasa bahagia bersama keluarga,” ucap Bhante.

Dengan penuh senyum dan bahagia semua jemaah tampak menerima ucapan selamat dari Bhante Thitasaddho.

“Pelaksanaan Salat Idul Fitri tahun ini kita tetap sesuai anjuran dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama,” sebut Ariyanto, salah satu jemaah Masjid Almuhajirin.

Baca Juga  Yuk, Kunjungi CREATE Moments: Pameran Seni Siswa Nasional untuk Toleransi, Anti Kekerasan, dan Keberagaman, Catat Jadwal dan Lokasinya

Sekretaris Desa Kalimanggis, Luwih, saat mendampingi Bhante Thitasaddho Masjid Almuhajirin menjelaskan, umat Buddha di daerahnya sudah biasa mengucapkan selamat kepada saudara muslim yang merayakan Idul Fitri.

“Di Dusun Krajan Desa Kalimanggis ini 97% beragama Buddha, 2,5% beragama Islam, dan lainnya beragama Kristen dan Katolik,” sebutnya.

Bahkan di Dusun Krajan, lanjut Luwih, walaupun sebagian besar beragama Buddha tetapi warga juga ikut menyiapkan makanan komplit di meja ruang tamu dan bahkan menyediakan ketupat atau makan komplit dengan lauk-pauk.

“Di sini, warga tetap menyiapkan makanan dan menerima tamu dari saudara atau kerabat yang beragama muslim dan saling memaafkan dari nonmuslim juga berkunjung untuk memeriahkan momen Idul Fitri untuk bersilaturahmi, sambil sungkem kepada kerabat yang lebih tua (sepuh),” terangnya.

Luwih menambahkan, silaturahim atau anjang sana Idul Fitri seperti ini sudah ada sejak dulu dan memang terus dilestarikan untuk menjaga kebersamaan antar keluarga walaupun beda agama.

Sumber: kemenag.go.id
Tautan: https://www.kemenag.go.id/daerah/belajar-toleransi-pada-momen-idulfitri-di-desa-kalimanggis-llbn2

Comments
Loading...