Alasan Kemendikbud Hapus Tes Calistung untuk Masuk SD agar Anak Tak Stres

guru diharapkan dapat melakukan strategi pembelajaran yang aktif, eksploratif, interaksi positif, dan menyenangkan.

JurnalGuru.id – Direktur Sekolah Dasar (SD) Kemendikbud Ristek, Muhammad Hasbi mengaku ada tiga target perubahan yang diharapkan dapat tercapai di tahun ajaran baru.

Target tersebut, yaitu menghilangkan tes baca, tulis, dan hitung (calistung) dalam masa penerimaan siswa baru untuk masuk SD, menerapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), serta berharap satuan PAUD dan SD dapat menerapkan sistem pembelajaran yang menyenangkan untuk membangun kemampuan fondasi.

Maka dari itu, guru diharapkan dapat melakukan strategi pembelajaran yang aktif, eksploratif, interaksi positif, dan menyenangkan.

Jangan Lewatkan
1 of 540

“Selain itu juga tidak menerapkan asesmen baik itu lisan atau tertulis untuk menghindari stress yang berlebihan pada anak, dan melaporkan perkembangan anak kepada orang tua atau wali sehingga tercipta komunikasi antara sekolah dengan keluarga,” kata dia mengutip laman Kemendikbud, Senin (10/4/2023).

Kepala SD Prof. Dr. Moestopo Bandung, Masniari P. Pakpahan mengatakan, penerapan praktik baik yang dilakukan oleh guru kepada siswa diharapkan menghasilkan anak-anak yang tumbuh dengan percaya diri dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Dia turut menyampaikan dukungannya pada gerakan ini termasuk mengenai kebijakan untuk tidak memberlakukan tes calistung dalam penerimaan peserta didik baru.

“Sejak didirikan oleh Lailah Moestopo, SD Prof. Dr. Moestopo tidak memberlakukan tes calistung dalam penerimaan peserta didik baru. Sekolah kami lebih menekankan pendidikan yang sesuai dengan usia perkembangan anak yaitu sikap atau attitude, pengetahuan, keterampilan,” ujar Masniari.

Ketua Yayasan Pendidikan Sekolah Kembang (PAUD dan SD), Lestia Prima mengungkapkan, strategi dalam masa perkenalan peserta didik baru di Sekolah Kembang.

Baca Juga  Pemerintah Buka Lowongan 601.286 PPPK Guru 2023, Pemda Diminta Usulkan Formasi

Salah satunya dengan menciptakan komunikasi intens antara siswa dan calon siswa, kemudian guru dan para orang tua calon siswa Sekolah Kembang.

“Sebelum calon siswa menjadi siswa Sekolah Kembang, para calon siswa berkunjung dan kami perkenalkan dengan lingkungan sekolah serta calon kakak kelasnya. Selanjutnya, kami membuat pertemuan para guru dengan orang tua calon siswa di dalam kelas untuk saling mengenal,” tutur Lestia Prima.

Ketua Yayasan Sekolah Bukit Aksara dan Pendiri Sinau Teacher Training, Yuliati Siantajani menegaskan, bahwa para guru harus sadar, siswa saat ini memiliki gaya belajar yang berbeda dengan siswa di masa lalu.

Saat ini, para guru harus melakukan perubahan dalam melakukan pembelajaran agar siswa dapat belajar dengan perasaan senang.

“Dengan kesadaran dan perubahan mindset, guru akan dengan sendirinya melakukan perubahan dalam melakukan pembelajaran,” tutur Yulianti Siantani.

Muhammad Hasbi menambahkan, satuan pendidikan bisa mengambil peran dalam menyukseskan program Merdeka Belajar Episode ke-24 (hapus calistung sebagai syarat masuk SD) dengan cara memberikan booklet informatif kepada semua ekosistem pendidikan

Selain itu, dalam penerapan kebijakan ini satuan pendidikan juga dapat menggunakan alat bantu yang diberikan Kemendikbud Ristek dan melaporkan semua perubahan yang terjadi di satuan pendidikan melalui aksi nyata di Platform Merdeka Mengajar.

Muhammad Hasbi juga berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan, bahwa kemampuan fondasi adalah seperangkat kemampuan yang dibutuhkan anak-anak untuk menghadapi dunia yang semakin destruktif saat ini.

“Mari dukung kebijakan (hapus calistung sebagai syarat masuk SD) dan jangan merampas hak anak kita untuk memperoleh kemampuan fondasi mulai dari jenjang PAUD sampai SD kelas awal,” tukas dia.

(Sumber: Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tes Calistung Dihapus untuk Masuk SD, Kemendikbud: agar Anak Tak Stres

Baca Juga  Memperingati Hari Guru Nasional 2022: Guru dan Tenaga Pendidik Harus Mampu Berinovasi di Tengah Perkembangan Dunia yang Sangat Cepat
Comments
Loading...