Viona Nur Bersama Rekan Bimbing Murid SDN Pagelaran dari Program Kampus Mengajar

Salah satu sasaran kegiatan meningkatkan kegiatan murid agar lebih mengenali huruf.

Ada beberapa faktor pendukung lemahnya literasi dan numerasi. Salah satunya motivasi belajar rendah dan dampak dari Covid-19.

JurnalGuru.Id – Viona Nur Adilah, seorang mahasiswi, merasa terpanggil untuk terlibat langsung membimbing murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang kurang dalam hal literasi dan numerisasi.

Pengalaman bersama murid-murid pun diceritakan gadis yang akrab disapa Viona itu kepada Jurnal.Guru.id.

Bermula dari keikutsertaan dirinya dalam program Kampus Mengajar (KM), dara berusia 21 itu kemudian ditempatkan di SDN Pagelaran, Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Jangan Lewatkan
1 of 211

“Saya juga tidak menyangka sekolah ini jauh dari tempat tinggal saya. Tapi itu tidak membuat semangat saya melemah, melainkan membuat saya termotivasi dan tertantang,” kata dara kelahiran 13 Maret 2002 itu.

 

Suasana Kompleks SDN Pagelaran -- Istimewa
Suasana Kompleks SDN Pagelaran — Istimewa

 

Hal yang membuat Viona semakin prihatin adalah ketika ia juga mendapati masih kurangnya kemampuan para murid dalam literasi dan numerasi.

Di SDN Pagelaran ini masih banyak kekurangan. Salah satunya ada murid yang belum sepenuhnya mengenali huruf.

“Saya menemukan juga siswa yg belum bisa membaca dan belum lancar berhitung. Mereka sangat kurang dalam literasi dan numerasi,” jelas mahasiswi semester enam Universitas Pasundan (Unpas) tersebut.

Menurut Viona, ada berbagai faktor yang membuat murid di SDN Pagelaran mengalami hal itu.
Salah satunya motivasi belajar siswa yang masih rendah dan juga dikarenakan masih terasanya dampak dari Covid-19.

“Juga masih adanya beberapa siswa yang kecanduan gadget dibandingkan membaca buku. Kurangnya dorongan atau dukungan dari orangtua, dan juga anak kurang berkonsentrasi dalam belajar,” jelasnya.

Baca Juga  Terjunkan 21.409 Mahasiswa, Jawa Timur Jadi Peserta Terbanyak Kampus Mengajar

Merasa prihatin, Viona bersama kedua rekannya lantas berusaha menjadi mitra guru dengan membantu memberikan bimbingan belajar kepada para murid.

Berangkat dari kondisi tersebut, mereka membimbing, mengajari pembelajaran siswa untuk belajar membaca dan berhitung.

“Hal itu secara tidak langsung membangkitkan semangat kami untuk mencari metode-metode, serta berinovasi dalam pengembangan strategi dan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif yang cocok untuk mengajarkan siswa siswa di sana,” ungkapnya.

Untuk diketahui, program Kampus Merdeka alias KM merupakan bagian dari program Belajar Merdeka yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemenristek).

Di dalam program Kampus Mengajar, para mahasiswa dan mahasiswi diberikan kesempatan untuk belajar di luar kampus sebagai mitra guru.

Bersama kedua rekannya, Vionna yang menjadi angkatan kelima dalam program tersebut.

“Program Kampus Merdeka ini memberikan kesempatan bagi saya dan teman-teman saya untuk mengasah kemampuan, sesuai minat dan bakat yang kami miliki,” jelas Viona yang sebelumnya harus melakukan berbagai tahapan sebelum ditempatkan di SDN Pagelaran.

“Setelah mendaftarkan diri dan melewati tahap-tahapan seleksi dari program kampus mengajar, alhamdulillah saya lolos seleksi untuk menjadi mahasiswa program KM 5 tahun 2023. Saya beruntung dan bersyukur atas kesempatan yang diberikan ini. Dari program ini juga ada beragam hal baru yang bisa saya pelajari,” tuntasnya. JUNIUS

Comments
Loading...