Kang Emil dan Mas Tri Kunjungi Sekolah untuk Sosialisasi Program Pengaduan Perundungan

Setiap laporan melalui Platform Program Stopper pasti direspons sekaligus tercatat.

Program Stopper meminimalisasi perundungan sekaligus memberikan rasa aman kepada siswa dan siswi. Ada empat komponen dalam Stopper. yakni konsultasi, laporan aduan, edukasi, dan pendampingan.

JurnalGuru.id – Dalam rangka silaturahmi dan sosialisasi program Sistem Terintegrasi Olah Pengaduan Perundungan alias Stopper, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengunjungi SMK Negeri 2, Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu, (29/32023).

Dalam kunjungannya itu, orang nomor satu Jawa Barat itu berpesan kepada para siswa dan siswi untuk stop perundungan di lingkungan sekolah.

Kang Emil, panggilan akrab Ridwal Kamil, mengatakan di era digital dan dengan segala kemudahan akses mendapatkan informasi terutama dari media sosial, para siswa harus lebih berhati-hati dalam menerima informasi.

Jangan Lewatkan
1 of 199

“Ambil informasi dari sumber-sumber terpercaya dan pandai memilah informasi yang berimbang. Jangan termakan clickbait negatif yang cenderung menyudutkan satu pihak. Penting juga memperbanyak sumber bacaan yang tentunya berkredibilitas,” kata Kang Emil, didampingi Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang akrab disapa Mas Tri.

Selain berhati-hati dalam menggali informasi dari media sosial, Ridwan Kamil pun fokus kepada hal-hal terkait perlindungan siswa dan siswi terhadap tindakan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Untuk itu, Pemprov Jabar meluncurkan Program Stopper.

Program ini bertujuan untuk meminimalisasi aksi perundungan sekaligus memberikan rasa aman kepada siswa dan siswi.

Platform Stopper tersedia sebagai media pelaporan atau pengaduan. Ada empat komponen dalam sistem Stopper. yakni konsultasi, laporan aduan, edukasi, dan pendampingan.

Pemprov Jabar punya sistem Stopper. Lewat platform ini, siswa/i bisa melapor via WhatsApp, via QR Code, via website. Sekarang siswa/i di Jabar sudah bisa bisa tenang karena setiap pelaporan atau pengaduannya akan direspons.

Baca Juga  Ridwan Kamil Rogoh Kocek Rp 25 Juta buat Siswa SMP Tasikmalaya yang Patungan Beli Sepatu untuk Teman

“Kalau tidak direspons akan jadi catatan. Pesan saya, tanamkan dan praktikan pertemanan yang positif. Stop perundungan. Sesama teman saling bangun sikap-sikap positif yang berdampak baik bagi karakter diri dan juga kejarlah prestasi dan cita-cita. Hilangkan hal-hal negatif yang dapat mengganggu belajar mengajar di sekolah,” jelas Ridwan Kamil.

Kedatangan Gubernur Jabar itu disambut hangat oleh para perwakilan siswa dan siswi SMA/SMK se-Kota Bekasi.

Mereka menyimak arahan dan materi yang akan disampaikan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat KCD Wilayah III, Camat Bantargebang, Cecep Miftah Farid, dan Kepala Bagian Humas, Amsiyah.

Sementara itu, Tri Adhianto menyambut baik kehadiran Ridwan Kamil. Ia juga mengapresiasi kehadiran Program Stopper dan berharap dapat meminimalisir perundungan di lingkungan sekolah.

“Program Stopper dari Jabar dapat memberikan perlindungan dan rasa aman kepada para siswa/i sehingga bersekolah pun menjadi lebih nyaman dan siswa/i pun lebih termotivasi untuk belajar lebih rajin serta lebih semangat mengejar prestasi,” ujar Mas Tri.

Terakhir, Mas Tri pun berpesan untuk menjaga keamanan dan persatuan dengan tidak tawuran. Stop tawuran mulai dari sekarang.

“Sebagai warga negara Indonesia, dengan berbagai suku, ras, agama yang beragam, penting bagi generasi penerus memperkuat, memperkokoh, dan mempertahankan keutuhan NKRI, agar tidak terpecah belah. Jadikanlah perbedaan untuk menyatukan diri, sebagai satu kesatuan Bangsa Indonesia,” kata Mas Tri. */JUNIUS

Comments
Loading...