Guru Besar Farmasi UGM Ingatkan Aturan Minum Obat Saat Puasa

Minta kepada dokter untuk obat-obat jangka panjang yang diminum sekali atau dua kali sehari.

Ia juga mengimbau seseorang yang tidak kuat atau tiba-tiba sakit saat puasa, agar segera membatalkan puasanya dan berkonsultasi secepatnya dengan dokter.

JurnalGuru.Id — Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof Zullies Ikawati, mengingatkan agar pasien meminta obat yang dapat dikonsumsi saat berbuka dan sahur kepada dokter.

“Minta kepada dokter untuk memberikan obat-obat yang bersifat aksi panjang sehingga cukup diminum sekali atau dua kali sehari,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Jumat (24/3/2023).

Ia juga mengimbau pasien yang tidak kuat atau tiba-tiba penyakitnya kambuh saat puasa, agar segera membatalkan puasanya dan berkonsultasi secepatnya dengan dokter.

Jangan Lewatkan
1 of 119

Terkait perubahan jadwal minum obat akibat berpuasa, Zullies juga menyebut itu tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

“Perubahan jadwal waktu minum obat mungkin dapat memengaruhi nasib obat dalam tubuh yang nantinya bisa memengaruhi efek terapi obat. Karena itu perlu kehati-hatian dalam mengubah jadwal minum obat,” jelasnya.

 

Berikut aturan konsumsi obat saat puasa:
Dosis Obat
1. Obat 1 x sehari: bisa diminum saat sahur.
2. Obat 2 x sehari: bisa diminum saat sahur dan buka puasa.
3. Obat 3-4 x sehari: minta obat dosis 1 atau 2 kali sehari atau gunakan interval waktu konsumsi yang sama.

Misalnya, obat dengan dosis 3 kali sehari dikonsumsi dengan interval waktu 5 jam, yaitu pukul 18.00 (saat buka puasa), 23.00 (menjelang tengah malam), dan 04.00 (saat sahur).

Obat yang harus diminum 4 kali sehari dapat dikonsumsi dalam interval 3-4 jam, yaitu pukul 18.00, 22.00, 01.00, dan 04.00. Penggunaan obat 4 kali sehari tidak dianjurkan saat berpuasa, terutama antibiotik.

 

Obat sebelum dan sesudah makan
Obat yang diminum sesudah makan dapat bekerja lebih baik dengan makanan.

Sementara itu ada obat-obatan lain yang disarankan dikonsumsi sebelum makan.
Hal ini lantaran obat-obatan tersebut lebih mudah dirombak dan diserap tubuh dalam kondisi lambung kosong.

Baca Juga  Universitas Hindu Negeri Kukuhkan Tiga Guru Besar

Begini aturannya:
1. Obat 1 kali sehari sebelum makan: obat bisa diminum 30 menit sebelum makan sahur atau sebelum makan malam saat berbuka, sesuai anjuran diminum pagi atau malam hari.
2. Obat 1 kali sehari setelah makan: obat bisa diminum kira-kira 5-10 menit selepas makan besar saat sahur atau berbuka, sesuai anjuran pagi atau malam hari.
3. Obat 2 kali sehari: obat bisa diminum saat sahur dan berbuka dengan makanan besar.
4. Obat 2, 3, atau 4 kali sehari sebelum atau sesudah makan: obat dapat dikonsumsi berdasarkan interval waktu di atas. Namun, tetap menyesuaikan kondisi sebelum atau sesudah makan. Obat yang diminum tengah malam sesudah makan sebaiknya dikonsumsi usai makan dalam porsi sedikit.

 

Obat yang tidak membatalkan puasa
Prof Zullies Ikawati juga menjelaskan, tidak semua obat bisa membatalkan puasa.

“Tidak semua penggunaan obat membatalkan puasa, yaitu obat dalam bentuk yang tidak diminum melalui mulut dan masuk saluran cerna,” ujar Zullies.

Ia menjelaskan, sebuah seminar medis-religius yang diselenggarakan di Marokko pada 1997 menyepakati beberapa bentuk obat yang tidak membatalkan puasa, antara lain:

Tetes mata, hidung, dan telinga
Obat-obat yang diserap melalui kulit, seperti salep, krim, atau plester.
Obat yang digunakan melalui vagina, seperti suppositoria
Obat-obat yang disuntikkan, baik melalui kulit, otot, sendi, dan vena, kecuali pemberian makanan via intravena. Pemberian gas oksigen dan anestesi. Obat yang diselipkan di bawah lidah, seperti nitrogliserin untuk angina pectoris.

Obat kumur selama tidak tertelan. Obat asma berbentuk inhaler.

Sumber: Kompas.Com/Kompas.TV
Tautan:
https://www.kompas.tv/article/391311/guru-besar-farmasi-ugm-ingatkan-aturan-minum-obat-saat-puasa

Comments
Loading...