SMK Pusat Keunggulan Bakal Hadir di Setiap Kabupaten

"Harapan besar kita adalah kita akan mencapai SMK PK di semua kabupaten," kata Nadiem

JurnalGuru.id — Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) berjalan lebih baik pada 2023 dan diharapkan SMK PK ada di setiap kabupaten.

Harapan itu disampaikan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, menyusul industri nasional ikut mendorong melalui suntikan investasi ratusan miliar rupiah.

“Harapan besar kita adalah kita akan mencapai SMK PK di semua kabupaten,” kata Nadiem dalam Raker dengan Komisi X DPR RI secara daring dikutip, Rabu (25/1/2023).

Jangan Lewatkan
1 of 540

Saat ini, 60 persen SMK PK merupakan SMK Negeri, sedangkan 40 persen lainnya ialah SMK swasta. Nadiem menyebut SMK PK sudah berjalan sejak dua tahun lalu. Namun, hasilnya baru terasa saat ini.

“Ini semua tak lepas dari peran industri yang ikut memajukan SMK kita,” tutur dia.

Bahkan, kata dia, investasi industri kepada SMK PK kian masif. Total investasi mencapai ratusan miliar rupiah.

“Dan karena sukses SMK PK, matching fund dananya keluar dari industri sampai ratusan miliar, ini yang membuat saya optimis dengan vokasi kita akan lebih maju ke depan,” ujar Nadiem.

Gandeng 349 Industri

Sementara itu, program SMK PK dengan Skema Pemadanan Dukungan (SPD) atau Matching Fund berhasil menggandeng sebanyak 349 industri pada tahun 2022.

“Total komitmen investasi dari 349 industri tersebut sebanyak Rp439,25 miliar,” ujar Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Saryadi dikutip Antaranews.com di Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Dia menambahkan sebanyak 1.401 SMK Pusat Keunggulan layak untuk SPD, namun yang berhasil masuk setelah proses seleksi sebanyak 349 SMK PK.

Baca Juga  Indonesia Kini Miliki 50 Ribu Calon Pemimpin Pendidikan Masa Depan

Sementara industri dan konsorsium yang mengusulkan kerja sama pada awalnya 824, namun yang berhasil hanya 349 industri yang terdiri atas 331 industri dan sembilan konsorsium.

“Sementara total komitmen awal yakni sebanyak Rp839,72 miliar dan yang terealisasi sebesar Rp439,25 miliar,” terang dia.

Program SMK PK berfokus pada pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia kerja.

Tujuannya untuk menjadi SMK rujukan yang memiliki semangat pengimbasan serta pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya.

Intervensi yang dilakukan di antaranya implementasi Kurikulum Merdeka, pelatihan, magang dan sertifikasi guru serta kepala SMK, perencanaan berbasis data, bantuan sarana prasarana, pendampingan dan koordinasi dengan pemda.

Hasil akhir yang diharapkan yakni peningkatan kualitas dan kinerja SMK pada aspek kerja sama dan keselarasan dengan dunia kerja, kepemimpinan sekolah dan keterserapan lulusan.

Saat ini, SMK PK terbagi menjadi dua skema yakni Skema Reguler yang mana intervensi dasar dan/atau lanjutan oleh Kemendikbudristek dan Skema Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan, yang mana pengembangan berbasis kemitraan dan penyelarasan dengan partisipasi dari dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja.

“Juga didukung dari pendanaan APBN dan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja,” kata Saryadi lagi.

Ke depan, dia berharap semakin banyak SMK PK dan pihak industri yang ikut terlibat dalam SMK PK Skema Pemadanan Dukungan.

(Sumber: Medcom.id)

Artikel ini sudah tayang di Medcom.id dengan judul “Nadiem Ingin SMK PK Hadir di Setiap Kabupaten

Comments
Loading...