Siswa SD dari Pedalaman NTT Ini Juara Kompetisi Matematika dan Sempoa Internasional

Caesar Archangel Hendrik Meo Tnunay, 8 tahun, berhail meraih Juara 1 kompetisi matematika dan sempoa internasional

JurnalGuru.id — Prestasi siswa SD Inpres Buraen 2, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini membanggakan bangsa.

Pasalnya, Caesar Archangel Hendrik Meo Tnunay, 8 tahun, berhasil meraih Juara 1 kompetisi matematika dan sempoa internasional atau Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition.

Caesar mengalahkan 7.000 peserta dari seluruh dunia. Juara 2 disabet peserta dari Qatar dan Juara 3 peserta dari Amerika Serikat.

Jangan Lewatkan
1 of 540

Nono, sapaan karib Caesar, tinggal bersama ayah dan ibu serta dua saudaranya di Buraen, wilayah pedalaman Kabupaten Kupang yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Kupang. Ayahnya berprofesi sebagai petani dan ibunya seorang guru.

Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition merupakan ajang perlombaan internasional matematika dan sempoa yang digelar ABG Gym. Pesertanya datang dari berbagai negara.

Pekan lalu, Founder ABG USA, Juli Agustar Djonli, datang dari Amerika bersama Founder ABG Indonesia, Aguslina Angkasa, perwakilan Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim (YPA-MDR) Budi Prihantoro, Bupati Kupang Korinus Masneno, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat bertemu Nano.

Pada pertemuan tersebut, Nano diberikan piala, sertifikat, dan uang USD200.

Bukan kali ini saja, Nano meraih juara pada kompetisi yang sama. Pada 2021, Laki-laki kelahiran 2 April 2015 itu meraih Juara 3.

“Hari ini Nono telah membuktikan, bukan hanya kepada kita yang hadir, tapi juga kepada seluruh dunia bahwa peradaban kemajuan suatu daerah hanya bisa diperoleh dan dibangun melalui ketekunannya dalam dunia pendidikan,” kata Gubernur NTT Viktor Laiskodat dikutip dari laman Mediaindonesia.com, Rabu, 18 Januari 2022.

Laiskodat menyampaikan apresiasi atas nama pemerintah dan masyarakat NTT atas prestasi yang diraih Nano. Founder ABG USA, Juli Agustar Djonli, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap Nono serta siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi.

Baca Juga  Keren, UGM Buka Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru PBU Berbasis Geografis

“Komitmen kami memajukan pendidikan anak usia dini, bukan hanya bisa berhitung cepat yang menjadi capaian kami tapi bagaimana fokus kami pada proses otak mereka dalam mengelola data yang masuk dan mereka bisa merespon secara cepat dan tepat,” kata Juli.

Founder ABG Indonesia, Aguslina Angkasa, mengatakan metode pendidikan Matematika perhitungan Sempoa bisa memaksimalkan potensi kecerdasan anak, membangun logika, dan mengembangkan potensi dasar dengan brain gym serta latihan motorik lewat alat Sempoa. Dia mengatakan metode Sempoa terbukti melatih keseimbangan otak kanan dan otak kiri dengan lebih optimal.

“Kemampuan berpikir logis, kreativitas, serta konsentrasi yang maksimal. Melalui metode perhitungan Sempoa ke depan bisa lebih mengasah kemampuan visual audio dan kinestetik anak. Karena akronim dari Sempoa adalah Sistem Edukasi Mengoptimalkan Potensi Otak Anak,” beber Aguslina.

(Sumber: Medcom.id)

Artikel ini udah tayang di Medcom.id dengan judul “Bangga! Nono Siswa SD dari Pedalaman NTT Juara Kompetisi Matematika dan Sempoa Internasional

Comments
Loading...