Benarkah Lato-lato Berasal dari Indonesia?

Lato-lato memang populer di Indonesia, tetapi apakah benar berasal dari Indonesia?

JurnalGuru.id — Akhir-akhir ini ke mana pun kita pergi selalu dengar ‘nok nok nok’, suara lato-lato yg sedang dimainkan. #SahabatDikbud termasuk yang suka memainkannya?

Lato-lato memang populer di Indonesia, tetapi apakah benar berasal dari Indonesia? Yuk, simak! tulis Instagram @disdikjabar, Sabtu (7/1/2023).

Lato-lato merupakan salah satu jenis permainan tradisional yang sudah ada sejak 1990-an dan kini kembali populer di Indonesia.

Jangan Lewatkan
1 of 138

Lato-lato berasal dari bahasa Bugis, latto-latto.

Mainan ini disebut juga nok-nok karena mengeluarkan bunyi ‘nok nok nok’ ketika dimainkan.

Meskipun sudah populer di Indonesia sejak lama, tetapi lato-lato bukanlah permainan asli Indonesia.

Lato-lato diperkirakan berasal dari Eropa dan Amerika Serikat yang muncul pada akhir 1960-an dan makin populer pada awal 1970-an.

Di Eropa, sebutannya antara lain clackers, click-clocks, knockers, ker-bangers, dan clankers.

Di Negeri Paman Sam, selain clackers ball, ada juga yang menyebutnya Newton’s yo yo.

Macam-macam nama

Menurut wikipedia.org, latto-latto, juga dikenal sebagai katto-katto, etek-etek, nok-nok, toki-toki, dan sejumlah ragam nama lainnya.

Lato-lato adalah sebuah mainan tradisional berupa dua buah bola plastik berbobot padat keras dan permukaan halus yang diikat seutas tali dengan cincin jari di tengah.

Permainan ini adalah jenis permainan ketangkasan dengan mengandalkan keterampilan fisik.

Mainan ini dimainkan dengan cara diayunkan baik secara lambat maupun secara cepat hingga saling berbenturan dan menghasilkan bunyi khas.

Benturan dua bandul bola pada latto-latto yang mengeluarkan bunyi khas tersebut sebagai daya tarik yang membuat pemainnya ketagihan untuk mengulangi secara berulang-ulang.

Permainan ini berasal dari Amerika Serikat dengan nama clackers balls toys pada akhir era 1960-an, dan kemudian kian populer pada awal era 1970-an.

Sejarah

Sejarah lahirnya mainan latto-latto memiliki beragam versi sejarah.

Permainan ini dikaitkan berasal dari Amerika Serikat yang terinspirasi oleh eskimo yo-yo, yakni mainan tradisional budaya asli Alaska.

Versi lainnya, dikaitkan dengan terinspirasi dari senjata berburu di Amerika Selatan.

Pada awal 1970-an, latto-latto begitu populer hingga sampai penduduk provinsi kecil di Italia Utara, Calcinatello.

Awalnya, bola pada latto-latto terbuat dari kaca temper.

Bahan kaca membuat sifatnya bisa pecah saat dimainkan dan serpihan kacanya bisa menimbulkan cedera parah.

Oleh karena itu, pihak pemerintah Amerika Serikat akhirnya melarang penjualan permainan latto-latto di negaranya.

Baca Juga  Pekerja Migran Indonesia di Singapura Pilh Lanjutkan Kuliah, Ini Alasan Mereka
Comments
Loading...